One Day One Juz? Bisa?

Long time no write..Long time no see..Long time no share….

hallooo semuaaa…semenjak punya baby,..saya (lupa sih sebenernya biasanya pakai saya atau aku yaa..hihi) belum bikin postingan lagi ya. Padahal waktu itu udah janji mau ngepost lanjutan cerita kehamilan. okeee…saya mau bikin deh lanjutannya. bismillah semoga segera nulis lagi yaaaa…(pray).

@12.02 WIB.

Istirahat dari kerja. Saya mulai berselancar di dunia maya. tiba-tiba ada klien datang. oke. ngobrol dulu sebentar.

@12.20 WIB.

Si klien ini pulang. huwaaa sudah jam segini. Saya harus segera makan siang terus melanjutkan rutinitas di kantor adalah pumping buat si bocil di rumah. Dan begitu melihat berita, kangen tangan ini mencoret-coret di dunia maya. Kangen bertemu kawan baru di suatu tempat entah di mana hanya sekadar berbagi informasi tentang hal baru. Halloooo….tikaaa….kemanaaa ajaaaa???

@12.30 WIB.

Memulai melihat blog pribadi. Postingan terakhir beberapa bulan lalu. Semakin rindu tangan ini. Saya seketika menentukan tema mau menulis apa. cling. ahaaaa. ODOJ. One Day One Juz? Bisa? Harus Bisa.

well, preambule nya udah kebanyakan,..hihi.

awalnya juga cuma ikutan, buat mendisiplinkan diri buat ngaji. apalagi semenjak menjadi mommy, working mom absolutelly, bikin hari-hari saya disibukkan dengan kerja dan begitu di rumah hanya fokus pada anak dan keluarga. lalu kapan waktu bertaqarub denganNya? ya itulah gunanya ada teman yang saling mengingatkan di ODOJ ini. apa itu ODOJ? One Day One Juz itu merupakan program mengaji AlQur’an yang mengharuskan bagi setiap orang untuk menyelesaikan pembacaan AlQur’an satu juz setiap harinya. Sehingga selama 30 hari kita sudah dapat mengkhatamkannya. Begitu seterusnya. Mudah saja satu juz itu buat kita. Asal ada kemauan, pasti ada jalan. Bukan menunggu waktu luang untuk mengaji, tetapi luangkan waktu untuk mengaji. mari mengaji mari dekat dengan Qur’an dan mari semakin dekat dengan Alloh ๐Ÿ™‚

Sudah banyak teman2 yang ikut program ini pastinya, tetapi saya pribadi pengen berbagi informasi saja bagi yang belum bergabung dengan ODOJ. Siapa tahu bermanfaat. hehe. Amar Ma’ruf Nahi Munkar.

Bagaimana caranya menjadi bagian dari ODOJ ini?

Saya kemarin ikut bergabung dengan tim nya temen (terlebih dahulu bergabung) grup Padang. menurut saya sih gak masalah mau bergabung di mana saja karena jadi nambah temen juga, yang terpenting adalah komitmen kita dalam mengikuti grup ini dan apa tujuan kita mengikuti program tersebut. Jika ada yang berminat gabung juga, bisa menghubungi saya melalui PM di twitter saya @fatikanisa.

saya sepertinya masih belum berniat banyak menulis….wwkwkkwkw

ayooo one day one juz...harus bisa. bukan pasti bisa. ๐Ÿ™‚

 

salam

`tikafatikasatika`

 

Iklan

Wedding Dress of Mine :)

Tiba2 nemu gambar ini pas lagi buka2 poto lama.

image

Jadi senyum2 sendiri ngeliatnya.
Yaudah, i wanna share about this dress.

Baju ini dijahit oleh mbak Endang. Mbak Endang adalah penjahit langgananku sejak SMP. Cuma karena rumah si mbak ini juauuuh, akhirnya aku lama gak jahitin disana. Baju yang aku jahitin di sana pas SMP, masih ada yang muat lhoh sampe sebelum hamil kemarin. Hehe. Mbak Endang itu kalo jahit baju bener2 pas di badan. Jadi kadang feel so sexy. Haha. Habisnya kalo jahit ngepress body tapi bener2 nyaman. Haha.
Menurutku mungkin agak mahal, tapi itu sebandinglah dengan hasil yang diberikan. Ono rego ono rupo, kata orang Jawa.

Sebelumnya pasti banyak yang menganggap buang2 duit bikin baju nikah toh cuma dipakai sekali. Yap, aku punya pilihan sendiri. So,never judge me!! Dan aku memilih baju warna putih tulang di acara akad nikahku. Baju warna ijo di acara resepsi. Baju kuning keemasan di acara ngunduh mantu. Namun, untuk resepsi aku mempercayakan pada persewaan.

Pertama..kenapa aku milih warna putih tulang. Putih melambangkan kesucian dan kesakralan dari acara paling penting seumur hidup ini. Kedua..kenapa aku ga nyewa baju aja. Aku pengen mengabadikan momen ijab qabul dengan menggunakan bajuku sendiri lalu aku simpan dan suatu saat pengen aku pake buat acara misalnya kondangan ke temen yang nikah serta akan kutunjukkan kepada anak2ku. Bahkan jika bisa pun, aku pengen anak perempuanku menggunakannya kelak di hari pernikahannya. ๐Ÿ™‚

Okelah kalo begitu. Aku mau ngereview my wedding dress (cuma yang warna putih tulang aja ya…). Bajuku berbahan dasar tile putih tulang polos dengan model tempel brokat (tile motif) putih. Kata penjahitnya, baju dijahit dengan teknik aplikasi. Atasan dan bawahan sengaja dipisah biar lebih mudah dipakai dan suatu saat pengen bisa dipakai lagi pas kondangan ke temen. Hihi. Kalo bawahan rok menggunakan bahan satin silk warna putih tulang juga, senada dengan brokat (lebih halus dan lembut dari satin biasa serta tidak terlalu mengkilap). Trus untuk dalaman dari kebaya atasan menggunakan bahan kain yang sama dengan bawahan.

Selain brokat, aku minta penjahit untuk mempercantik baju dengan payet tapi tidak terlalu rame. Hal ini digunakan agar baju lebih bersinar ketika malam hari akibat pantulan cahaya lampu yang mengenai payet. Untuk dalaman dari atasan, aku minta dikasih resleting belakang. Lalu, agar bentuk baju tetap kaku seperti gown disarankan menggunakan kamisol. Oiya, karena aku berjilbab, aku juga minta dibikinin veil panjang (sebagai hiasan jilbab) dari bahan tile polos yang diaplikasikan dengan kain tile motif yang corak sama dengan baju.

Untuk model baju ini, aku ngedesain sendiri dan finishing dari Mbak Endang. Seperti inilah bajunya.

image

Model baju tanpa baju dalaman

image

Poto tampak depan

image

Poto tampak belakang

Cuma itu aja yang pengen aku tulis. Simpel kan bajunya ๐Ÿ™‚
Berikut alamat rumah Mbak Endang penjahit baju ini:
Windan Baru RT 4 RW 7 Gumpang, Kartasuro, Sukoharjo. Untuk email Mbak Endang bisa juga rorozollow@yahoo.co.id

Oke, smoga bisa menginspirasi ๐Ÿ™‚
Jum’at ceria. Menantikan suami pulang itu rasanya luar biasa. Selamat berakhir pekan semuaaaa ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ˜€

~tikasatikafatika~

Posted from WordPress for Android

Lovely Office PPDDP :)

Sebelum posting kelanjutan surprize kehamilan, mau nulis yang ini aja dulu. Dari dulu pengen nulis tentang kantor ini belom jadi terus. Hihi.

Oke..inilah foto penghuni kantor saya. Ini belom semua
sepertinya, masih ada beberapa yang sedang tugas keluar.

image

Photo by om Arif

Itu kami sedang di depan kantor dengan kostum batik pada saat bertepatan dengan Hari Batik Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Oktober.

Kembali ke laptop (red. Pake gaya Tukul). Beberapa orang di instansi saya bekerja, mungkin masih ada yang bertanya apa itu PPDDP. Kantor PPDDP merupakan Kantor Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan. PPDDP berdiri pada tahun 2007 dan didirikan untuk mendukung tugas DJP (Direktorat Jenderal Pajak) dalam pengolahan data dan dokumen perpajakan secara digital. Dalam hal ini data yang diolah adalah SPT dari para wajib pajak yang telah melaporkan SPT nya ke KPP kemudian akan diolah oleh PPDDP sehingga menjadi data digital yang dapat diakses seluruh pengguna data sesuai ketentuan yang berlaku.

Pada awal beroperasinya PPDDP di tahun 2008, baru mengolah SPT dari beberapa KPP Pratama di Wilayah Jakarta. Kemudian tahun 2009 mulai menambah wilayah kerja mencakup seluruh KPP Pratama di Wilayah Jakarta. Tahun 2010 semakin melebarkan sayap pengolahan datanya meliputi wilayah Jawa Barat dan Banten. Selanjutnya menyusul KPP Pratama di wilayah DI Yogyakarta dan Jawa Tengah pada tahun 2011. Hingga pada tahun 2012 Wilayah Jawa Timur bergabung. Tidak hanya jumlah KPP mitra yang bertambah, jenis SPT yang kami olah juga semakin beragam. Semula hanya SPT PPh Orang Pribadi, lalu ditambah SPT PPN, kini SPT Tahunan Badan juga kami olah.

Kini, untuk mempercepat proses transformasi digitalisasi data wajib pajak di seluruh Indonesia, dibentuk pula kantor unit pengolah data di daerah yang bernama Kantor Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan yakni KPDDP Makassar (2011) dan KPDDP Jambi (2012). Next KPDDP adalah Surabaya dan Medan. Saya pengen KPDDP juga ada di Solo ๐Ÿ˜€

Yak, saya dulu pertama kali mendengar nama PPDDP itu dari seorang Kasi di tempat saya on the job training di KPP Pratama Sukoharjo. Namun, bapak Kasi itu sekarang sepertinya sudah promosi jadi Kabid di daerah timur Indonesia. Mungkin itu juga salah satu tanda2 saya akan ditempatkan di PPDDP ini. Hihi. Bahkan, saya pernah juga ketika magang itu mengomentari baju seragam pegawai PPDDP yang bertugas pengambilan SPT ke kantor magang saya kala itu. Baju pegawai tersebut berwarna hitam dan di bagian belakang ada pola seperti barcode yang besar. Saya suka melihat seragam itu. Saya nyeletuk, “aku mau baju itu. Mau bajunya aja tapi gak usah kerja disana. Hehe.” Well, pada saat pengumuman penempatan definitif, saya syok nama saya terdapat di PPDDP. Wow. Subhanalloh. Menangis saya kala itu. Tak tahu harus sedih ato senang. Tapi bersyukur adalah yang terbaik. ๐Ÿ™‚

Berangkat ke PPDDP 7 Agustus 2011 diantar calon suami kala itu dan saya resmi dalam khitbah calon suami saya. Karena acara lamaran ditepatin dengan sehari sebelum keberangkatan saya bekerja merantau ke Jakarta. Hihi. Dan sekarang.. setelah saya di PPDDP ini kurang lebih 2 tahun, saya begitu nyaman bekerja disini. Bekerja di lingkungan yang mayoritas anak muda (ya relatif muda karena sebagian besar lulusan STAN 2 tahun di atas saya) membuat suasana kerja seperti bekerja bersama teman sebaya, masih berjiwa muda, mudah diajak kerjasama, orangnya ramah2, budaya kerja santai tapi tercapai, dan tentunya masih banyak jiwa muda yang kreatif. Terbukti selama saya di kantor ini sudah 3 kali ganti agenda kerja,salah satu bentuk kreativitas teman2 di kantor ini. Ya pasti dunk, kan buku agenda kerja ini rutin setiap tahun kami dapat. Hihi. Ini agenda kerja yang sudah saya kumpulkan.

image

Cantik bukan bukunya? :p Saya paling suka yang coklat krem kehijauan ๐Ÿ™‚ Mana menurut Kamu yang paling menarik? ๐Ÿ˜€

Yak, begitulah kantor saya. Saya bangga menjadi bagian kecil dari kantor ini meskipun saya tidak berkontribusi banyak di dalamnya. ๐Ÿ™‚

image

Photo is taken by om Arif.

Duh potonya itu kaya kepala mickey mouse. Hihi.
Trus ini ada lagi yang kaya dalmantion101.

image

Photo by om Arif

Ceritanya, foto itu mau diikutsertakan dalam kontes #KantorTerbatik di Hari Batik Nasional yang diselenggarain salah satu radio di Jakarta. Tetapi, dewi fortuna belum berpihak pada kami. Hiks.

Okay, sudah sore. Saatnya saya membaca pengumuman sore dan semoga tulisan ini bisa mengingatkan saya pada kantor PPDDP jika suatu saat saya sudah tidak di kantor ini lagi. Berharap saya segera didekatkan dengan keluarga dan juga suami saya. ๐Ÿ™‚ entah kapan, harapan itu selalu menaungi langkah saya. Saya percaya, time will come and show me the best.

Dan yang terakhir,….Hari Ju’mat segera lah datang. Dengan begitu, saya pun akan beejumpa dengan suami saya. Selalu suka setiap hari jum’at. ๐Ÿ™‚
Happy eid Adha mubarok ๐Ÿ™‚

-tikasatikafatika-

Posted from WordPress for Android

Part 1 – Surprized!!!!

Selasa ceria. Itu salah satu tagline di sebuah acara musik televisi di pagi hari. Yah…apa lagi kalo bukan Dahsyat. Gambaran hati ini.

Dahsyatnya hari ini. Sungguh luar biasa. Masih terharubiru akan karunia Mu ya Alloh.

Aku masih terngiang2 gimana temen2 bilang aku gendutan. Napsu makan juga bertambah. Perutku makin buncit. Ah gapapa ada suaminya ini juga kan kalo gendut and buncit. Malem hari sebelum kemarin (senin malem) tidur itu seperti nggak nyenyak. Bayangan si feby menari2 di pikiran. Dia adalah temen kantor yang membujukrayuku untuk segera tes kehamilan.

Well….Jam 2 pagi aku terbangun. Akhirnya aku inisiatip melakukan sebuah uji kehamilan. Karena senin sore sehabis pulang kantor itu aku langsung beli tespack. Back to the topic. Aku tes dan alhamdulillah hasilnya strip dua. Huwaaa….terharu. Sujud syukur ku haturkan padaNya sang pemilik kehidupan. Subhanalloh. Inilah jawaban dari munajat yang tak henti2nya ku panjatkan juga semua keluarga besar. Terimakasih ya Rabb. Tak terkira betapaaa besarnya syukurku padaNya. Aku tumpahkan airmata keharuan di hadapanNya di sepertiga malam terakhir.

Aku sebenarnya sedikit khawatir takut dan takut kecewa ketika melihat hasil tes tak seperti yang aku harapkan. Namun semua itu sirna ketika aku melihat dua garis merah jambu. Amazing!!! Subhanalloh. Langsung aku hubungi suamiku. Betapa kagetnya suamiku. I am a mommy wannabe. Hihi.
Sungguh menantikan segera bulan mei dan itu berarti aku berjumpa dengan suamiku dan aku akan mengunjungi dokter obgyn bersama suami tentunya.

Satu hal yang saat ini aku pikirkan dan harapkan pastinya. Aku berharap pasangan2 yang jauh segera didekatkan dengan pasangan mereka semua. Begitu juga dengan aku. Semoga suamiku segera didekatkan denganku disini atau pun dimana saja yang terpenting kami berada dalam satu atap. Aamiin.

So many things i wanna share but it’s hard to write..still feel embarrased amazed and speechless. Thank God….

Sudah malam dan aku ingin segera beristirahat. Lanjut besok ya semuanyaaa ๐Ÿ™‚ good night world…:))) terimakasih semua teman keluarga dan semua orang yang telah mendoakan kami. Big thanks that cannot explain personally one by one.

-tikafatikasatika-

Posted by tikasatika

Menghidupkan Hati Nurani

Wah kemarin mau nulis tentang Menghidupkan Hati tapi baru kesampean sekarang. Hehe. Maklum kemarin hari yang padat. Pagi pagi setengah sembilan udah berangkat ke kajian muslimah di Masjid Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di daerah Senayan. Kajian itu khusus untuk muslimah dan diadakan tiap hari sabtu minggu ketiga setiap bulannya. So, bagi yang berada di sekitar Jakarta kalo berkenan silakan datang yaa. Ga rugi kok. Bakal banyak dapet ilmu. Hehe. Pembicaranya kali ini adalah Ustadzah Halimah Alaydrus dan Teh Ninih Mutmainnah.

Pagi kemarin itu para jamaah harus menunggu Teh Ninih karena masih terjebak macet. Begitulah Jakarta. Unpredictable. Namun betapa bersemangatnya Teteh Ninih dan keterlambatannya tak menyurutkan semangatnya berbagi ilmu pada kami yang masih futur. Ada pemandangan si teteh membawa cucunya. Anak pertama dari Gaida, salah satu desainer muda Indonesia. Eh malah jadi ngomongin si cantik cucunya Teh Ninih kan. Kembali ke topik dulu yakk. Hehe.

Sampe jam 11.00 Teh Ninih belum datang juga. Akhirnya Ustadzah Halimah ceramah duluan. Pertama kali ngeliat…wow..ustadzahnya masih muda, cantik, pengetahuannya luas, dan subhanalloh…pinterrrrr banget. Beliau ini dulu pas kuliah ngambil jurusan tafsir tapi gatau dimana (ga disebutin sih hehe) tapiiii bahasa arabnya booooo….fasih banget dan caranya nerangin itu enak banget. Udah yah preambule buat ustadzahnya. Hehe.

Aku mau berbagi dikit tentang apa yang dibahas di kajian kemarin. Kemarin itu temanya MENGHIDUPKAN HATI.

Unsur terpenting dr bekal kita menuju Alloh itu adalah hati kita. Hati,ruh,jiwa itu satu makna. Terkadang ketika kita solat, badan kita ada di masjid tapi hati kita ada di sekolah. Namun ketika kita di sekolah kadang hati kita mikirin solat kita tadi. Begitulah hati. Mudah sekali bolak balik.

Pernah dahulu ketika zaman nabi dikisahkan, ada seorang anak kecil di sebuah madrasah, sebut saja Fulan. Sang Guru sudah memasuki ruangan kelas dan si Fulan masih kosong tatapannya. Fulan sedang memikirkan pulpen yang ingin dia beli di pasar. Dia sudah mengumpulkan uang jauh jauh hari dan baru sekarang terkumpul lengkap untuk membeli sebuah pena. Sang guru mengetahui muridnya sedang tak fokus dengan pelajaran. Akhirnya sang guru berkata pada si Fulan, “sekarang kamu silakan keluar dan jangan kembali sebelum jam 12 siang setelah istirahat.” Akhirnya si Fulan menuruti kata2 gurunya. Fulan berjalan menyusuri pasar demi mendapatkan pena yang sudah dia inginkan sejak lama. Namun si Fulan berpikir dan merenung kenapa dia disuruh pergi dari kelas padahal dia juga ingin belajar dan mencatat pelajaran. Saat itu juga dalam benak Fulan, dia hanyalah berpikir semoga ada temannya yang mencatat setiap penjelasan sang guru dan tidak sedikit pun terlewat pelajarannya. Si Fulan segera kembali ke sekolah tepat pukul 12 setelah istirahat dan kembali ke tempat duduknya. Sang guru segera mendatangi Fulan dan berkata, “aku lebih suka kamu di pasar tapi hatimu di kelas daripada kamu di kelas tapi hatimu di pasar. Karena dengan kamu di pasar kamu akan memikirkan pelajaran sekolahmu dan kamu tidak akan mampu melewatkannya pasti.” Betapa malu sang anak atas perbuatannya.

Dalam sebuah hadis diriwayatkan bahwa “Alloh lebih menyukai ragamu di dapur tapi hatimu tetap mengingat Alloh daripada ragamu di masjid tapi hatimu ada di dapur.” Sungguh betapa bahayanya hati. Terkadang kita pun lupa. Apakah kita mempunyai hati yabg sehat, atau hati kita sedang sakit, dan atau bahkan hati kita mati? Itulah mengapa kita harus selalu dan sering2 menghidupkan hati kita agar selalu sehat dan tidak sakit bahkan mati.

Dalam QS AlAnfal ayat 24: Wahai orang2 yang beriman, penuhilah seruan Alloh dan Rasul, apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Alloh membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepadaNyalah kamu akan dikumpulkan.

“Tidak ada yg selamat datang kepada Alloh kecuali yang membawa hatinya.”

Orang2 yang hidupnya selalu mengingat Alloh itulah orang2 yang paling bahagia. Karena hanya dengan mengingat Alloh hati kita akan senantiasa tenang. Banyak2lah mengingat Alloh. Agar kita disayang Alloh.

Berikut ada 4 Cara menghidupkan hati yang dikemukakan Teh Ninih:

1) banyak dzikir
Kita diperintahkan oleh Alloh untuk senantiasa mengingat Alloh. Alloh akan menolong hambanya yang sedang dirundung masalah dengan banyak berdzikir. Dalam Hadist dari HR Ahmad disebutkan bahwa ada doa agar hati selalu berdzikir dan bersyukur. Berikut terjemahnya: “Ya Alloh jadikan aku orang yang mengagungkanMu dengan bersyukur padaMu,mengikuti perintahMu,memperbanyak dzikir padaMu, dan menjaga wasiatMu (HR. Ahmad)”

2) baca quran
Selain memperbanyak dzikir, membaca AlQur’an juga akan menjadikan hati kita selalu hidup. Dengan membaca qur’an hati akan tenang. Terkadang hanya mendengarkan saja itu pun mampu menenangkan dan kembali menghidupkan hati yang sedang sakit atau hati yang sedang mati.
Suatu hari Rasululloh Saw pernah meminta Bilal bin Rabah untuk membacakan beliau ayat suci Alquran. Bilal mengatakan bahwa apabila membaca mungkin Rasululloh Saw jauh lebih baik hatinya. Namun apa jawab Rasululloh? “Aku ingin mendengar ayat suci yang keluar dari mulutmu (Bilal bin Rabah) karena suaramu mampu menyejukkan hatiku,” jawab beliau. Jika kita merasa hati sedang sakit dan butuh ketenteraman batin, dapat pula hanya mendengarkan lantunan murotal dari softcopy di CD atau mendengarkan suara ngaji temen atau siapa saja yang mampu menggetarkan hati kita kembali.

3) dateng ke majlis ilmu Mendatangi majlis ta’lim yang mampu mengingatkan kita kembali pada Alloh. Terkadang saat hati kita sedang futur kita begitu rapuh dan butuh suplemen untuk memperkuat ruhani. Ketika ruhani kita tahu tanda2 mulai sakit, segera berkumpulah bersama teman yang menyeru pada Alloh. Datangi majlis ilmu yang kita sukai. Guru spititual yang sesuai dengan hati kita antara satu orang dengan yang lainnya tidaklah sama. Pilihlah guru (ustadz atau ustadzah) yang sreg dengan kita. Karena cocok cocokan ketika kita ingin mencari ilmu itu. Mana yang membuat kita nyaman tentu itu akan memudahkan kita menyerap ilmu yang sedang kita terima/pelajari.

4) sayangi orang2 lemah
Orang lemah secara fisik, orang lemah secara materi, orang lemah secara ruhani, orang yang sedang tertimpa musibah, dan siapapun itu yang kita anggap lemah. Dengan memberikan empati pada mereka yang lemah, hati kita akan terketuk untuk merasa masih ada orang dibawah kita. Selalu terapkan pada diri kita bahwa begitu banyak orang diluar sana yang jauh di bawah dari kita. Selalu Berbagilah dengan mereka yang lemah.

Begitulah sedikit coretanku selama kajian hari sabtu kemarin. Semoga bisa menginspirasi yang membaca dan mampu mengingatkanku sendiri khususnya ketika sedang merasa sakit hatinya.

Alhamdulillah…senangnya mempunyai teman2 yang selalu mampu mengingatkanku pada kehausan untuk mencari ilmu agama. Berilah kami kebersihan hati dan dimudahkan dalam mencari ilmu yang bermanfaat dan dijauhkan dari kematian hati.

Trimakasih mbak Tyas dan mbak Ayuk yang sudah mau menemani dalam majlis kemarin. Bulan depan lagi yaaa ๐Ÿ™‚ Ayo teman2 hidupkan hati kita.

-tikafatikasatika-